Monday, 10 June 2013

FCT : Hal Curiga

Hal yang paling menyenangkan di dunia ini adalah ketika sedang mengamati seseorang sampai hilang ujung suaranya. Membaca segala gerak gerik menggunakan kelima indra yang kupunya, kemudian menulisnya ulang pada memori. Apalagi ketika penangkap gerakan yang tarbentuk itu, ia sama sekali tidak pernah menyadari kalau ada yang sedang mengamatinya, samapai-sampai jatuh cinta dengan segala gerak itu.

Selalu seperti itu. Sampai-sampai aku hapal bagaimana rekasi tubuhnya yang secara tiba-tiba ketika ia ujung jemarinya terbakar karena bermain pemantik, bagaimana irama langkah kakinya menapak, bagaimana ia menganggap serius tontonan yang ditontonnya semalam. Mirip seperti yang aku buat dalam kenanganku selama ini. 

Tapi terkadang aku curiga. Aku curiga kalau gerakanmu yang sering kuamati itu kau adaptasi dari degan film semalam karena kau suka dengan karakter tokohnya, atau hasil dari mengamati manusia lainnya yang kau suka amati, atau jangan-jangan lebih parahnya lagi kau suka menguntit memori di otakku?

Thursday, 16 May 2013

Beberapa Hari Belakangan

Aku bertemu dengan sebentuk orang yang pernah dan selalu aku ceritakan. Dalam bentuk visual mata. Tatanan kalimat, kesukaannya mengacak beberapa frasa hingga mata tak mau melewatkannya satu spasi saja, kesukaannya terhadap kopi, termasuk bentuk fisik dan kegemarannya menangkapi sesuatu yang berbentuk visual. Nyaris sama.

Aku mengintainya. Lewat halaman facebooknya, yang menerangkan film, musik, buku apa saja yang disukai yang sering berada dalam waktu lengangnya. Lewat halaman twitternya, yang menerangkan bagaimana ketikan kalimat dari tuts telepon genggam atau kibor berinteraksi dengan siapa saja yang menyebutkan nama penggunanya, atau terkadang ia berbicara sendiri tentang apa saja yang ingin ia bagi.

Aku malah, lebih dulu menemukannya lewat tumblr. Lewat halaman pertamanya, aku dibuatnya penasaran, juga nyengir karena ia me-reblog postingan tentang kopi. Kemudian google bertindak. Aku bertemu akun facebook, twitter, dan blog pribadinya. Ya, blog pribadinya yang kukira menjawab semua pertanyaanku. Aku kira alamat blognya sudah menerangkan siapa dia. Salahnya, mataku sedang typo. Hm, sedikit salah mengeja huruf. Kubaca teman, ternyata tulisannya taman. Tempatnya.

Perantauan luar pulau-suku-adat yang tak pernah mempermasalahkan tentang kepulangan. Sedikit-sedikit menjelaskan kalau asalnya adalah dari negeri antah-berantah, jauh dan tak terjangkau. Atau, malah ia adalah penyuka sesuatu yang berasal dari negeri antah-berantah? Ia selalu sebut Kotak Pandora. 'Tempatnya', mungkin. Ah.

Kita tidak akan tahu dengan siapa kita akan bertemu. Kita juga tidak akan tahu apakah kita pasti bertemu. Jemari ini mengetik dan mengeklik saja. Asal-asalan. Tak ada niat untuk menemukan atau malah nanti akan bertemu.

Selanjutnya, belakangan ini, ada pengharapan yang kuat kepada Tuhan setiap kali jemari ini dengan fasih mengetik alamat untuk menampilkan apa yang ingin mata baca. Ini konyol dan lucu. Aku saja tertawa meledek. Kalian bagaimana?

Thursday, 18 April 2013

Tidak Dengan

Sudah lama tak posting ya. Sudah lama juga tidak ber FCT ria. Tidak sebegitu sibuk, sebenarnya. Hanya saja sok menyibukkan diri. Pada rindu tidak?

"Reality is a lovely place, but I wouldt'n want to live there"
~~Owl City-The Real word


Tempat ini terlalu mengerikan, terlalu menakutkan. Bagaimana tidak, ketika aku sendiri yang menjadi seorang yang aneh selalu dianggap tidak penting diantara sekumpulan orang normal. Ketika aku hanya dibuat tertawaan karena tingkahku yang tidak wajar. Ketika aku masih menjadi penghayal sejati, kemudian terlalu takut untuk melihat bagaimana itu 'nyata'. 

Kalau aku diijinkan untuk pergi ke planet imajinasiku sendiri, aku hanya akan membawa playlist 'Musik Perbukitan' milikku, dan tidak akan membawa baju atau perbekalan lainnya seperti ketika berpergian jauh. Karena segala sesuatu yang berada di tempat ini terlalu mengerikan. Namun, tidak dengan senja, langit, dedaunan kuning yang gugur, rerumputan hijau ketika musim hujan, bau tanah selepas hujan pertama, titik-titik embun yang masih terlelap di ujung daun tadi pagi, rentangan sinar matahari yang menantang lewat siluet-siluet ranting pohon, titik rasi bintang yang membentang, garis cakrawala yang selalu membatasi pantai dan langit, kumolonimbusnya, dan segala macam tentang tempat-tempat yang membuat jatuh hati.

Jangan salahkan aku kalau aku lebih suka memejamkan mata, berimajinasi sendiri, apatis dengan kalian-kalian. Karena di alam nyata ini, aku merasa tidak dianggap. Hai, segala bentuk macam makhluk yang tinggal di planet imajinasi, aku tahu kau lebih baik daripada orang-orang disini :)