Showing posts with label Love Stories. Show all posts
Showing posts with label Love Stories. Show all posts

Friday, 3 October 2014

Kebiasaan Berulang dan Tak Dilarang

Siapa yang tak bahagia jika pekerjaan yang menjadi pengisi di waktu luangnya telah menjadi pekerjaan yang selalu mengisi. Meskipun membuatnya harus menyisihkan waktunya untuk melakukan pekerjaan tersebut. Bahkan, pekerjaan tersebut telah mengisi sudut ruang pikirnya yang tak sadar.

Ini mengenai hobi saya. Menulis, tentunya. Sebenarnya saya tak pernah paham menulis ini adalah hobi atau bakat.

Saya mulai menulis ketika masih memakai dasi berwarna merah setiap hari. Ingatan saya tentang menulis ketika itu adalah ketika kelas enam SD, saya pernah membuat sebait puisi entah tentang apa di buku paket kawan sebangku yang saya kira adalah buku paket saya. Dan sejak waktu itu saya selalu menyisakan satu halaman di setiap buku tulis untuk mencoretinya.

Karena kedua orang tua saya tak pernah melarang anaknya melakukan apapun asalkan positif, maka kebiasaan menulis saya semakin menjadi. Apalagi ibu memperbolehkan dua sampai tiga halaman belakang di setiap buku tulis anaknya adalah halaman yang sah untuk keperluan lain selain mencatat. Banyak rangkaian kalimat yang terlatih dan terekam dari halaman tersebut.

Banyak yang bilang jika tulisan saya indah. Diksinya ajaib, diskripsinya membuat terbayang, dan majasnya tak pernah terpikirkan. Namun, jika ada yang menyeletuk bahwa ini adalah bakat, saya tak akan pernah menolak untuk mendapatkan anugrah langka dari Tuhan yang satu itu.

Jika memang menulis ini bakat, barangkali itu adalah turunan dari bapak dan ibu ketika saya berada dalam kandungan. Karena ibu tinggal di Surabaya dan bapak bekerja di Palembang, maka suratlah yang mengisi komunikasi diantara mereka. Saya pernah tak sengaja menemukannya. Dan tiga jam membaca surat-surat mereka seperti berlalu lewat begitu saja.

Kata seorang kawan, hal itu bisa saja terjadi. Karena ketika mengandung, apa saja yang dilakukan orang tua, dapat langsung menurun atau tertular ke anaknya. Maka dari itu, orang tua pantang melakukan beberapa hal buruk seperti yang dipercaya orang jawa. Contohnya kawan saya. Ibunya suka melihat kesenian tradisional jawa ketika mengandungnya. Hasilnya, dia suka mempelajari seni karawitan, tembang-tembang jawa, dan kesenian tradisional lainnya.

Tak jarang dalam pertemuan yang mengumpulkan orang-orang yang memiliki keterterikan dalam bidang yang sama (seputar menulis dan sastra) dimana ketika itu terdapat beberapa orang yang sudah mengenal saya dan tulisan-tulisan saya, mereka selalu menyeletuk kecintaan saya terhadap menulis. Sehingga menulis seperti predikat yang tak sengaja menggantung dalam nama saya. Saya tak dapat menolak untuk bersyukur.

Bagi saya, menulis adalah salah satu media yang dapat membuat saya lebih percaya diri. Tak jarang saya lolos dalam beberapa screening dengan metode essay dalam pendaftarannya. Karena saya percaya pada kekuatan penuh dalam tulisan saya. Semudah itu.

Meski belum pernah menjuarai lomba, menghasilkan buku, atau bahkan banyak tulisannya yang terpotong tak sampai seperempatnya, saya mencintai menulis entah sejak kapan dan sampai kapan. Entah ini passion saya atau bukan, yang jelas menulis telah menyerang saya seperti apa yang saya jelaskan pada paragraf pertama. Karena saya percaya kalau passion tak pernah menghianati tuannya meskipun keduanya saling menyakiti.

Tak sedikit pengalaman buruk tentang menulis datang. Salah satunya pernah dijiplak dan diubah oleh seseorang, yang kemudian di-post di blognya karena saya sempat mengunggahnya ke internet. Salah seorang kawan saya yang amat tahu bagaimana gaya saya menulis yang melaporkan hal tersebut. Kecewa dan marah jelas ada. Saya hanya menegurnya. Namun sampai detik ini saya masih melakukan hal yang sama : mengunggah karya-karya kecil saya ke internet.

Meski saya suka menulis, nilai pelajaran Bahasa Indonesia saya tak pernah melebihi angka 8. Saya tak pernah hapal majas-majas dan tak pernah bisa membuat sebuah kalimat dari majas yang ditentukan, namun ketika menulis barang satu paragraf saja, isinya majas semua. Tak pernah mengerti bagaimana struktur kebahasaan, kalimat baku, ejaan yang disempurnakan (EYD), dan hal teknis lainnya.

Karena menulis sejatinya adalah tak menghadirkan teori. Setidaknya itu yang saya lakukan selama beberapa tahun belakangan.

Saya tak pernah bisa menjawab bagaimana teknik dan cara agar tulisan menarik. Karena sampai hari ini proses menulis yang saya jalani masih dalam proses pengolahan. Belum matang. Saya hanya bisa berkata: ’menulislah saja tanpa cara’. Roma tak dibangun dalam sehari.

Jika memang bakat menulis dalam diri saya adalah salah, setidaknya menulis adalah salah satu kebiasaan yang berulang dan tak dilarang.

Tuesday, 15 November 2011

Nina boo

G : Sudah malam. Ayo lekas tidur. Besok kuliah jam tujuh, kan?
N : Nggak bisa tidur.
G : Kenapa?
N : Takut mimpi buruk datang, kemudian menyergap.
G : Oke, sini, aku mau ngomong sama mimpi buruk. Mimpi buruk, shuh shuh. Shuh shuh, bad dream. Sudah.
N : Tetap takut.
G : Er, sudah berdoa?
N : Sudah. Tadi.
G : Coba katupkan mata. Pertemukan kedua telapak tanganmu. Berdoa.
N : Hm..
G : Ya Tuhan...
N : Ya Tuhan..
G : Jangan pertemukan aku dengan dia esok.
N : Ja? Jangan pertemukan aku dengan dia esok.
G : Agar rindu semakin menjadi.
N : Agar rindu semakin menjadi.
G : Amin.
N : Amin.
G : Sudah, kan?
N : Semakin kepikiran.
G : Nanti kebawa mimpi, dan aku yakin itu bukan mimpi buruk. Selamat tidur, Nyica!
Sambungan terputus.

*
Ergh, andai saja..

Monday, 11 April 2011

Percakapan Terakhir

"Selama kau memilikiku, jangan takut untuk menaklukkan dunia dengan caramu sendiri"
My Imagination

--

Imajinasi : Suntuk ye ?
Gue : Iye. Tahu aje. Kok bisa ya?
I : Kenape sih neng? Cerita gih sama akang Jin
G : Banyak masalah, kang. Sebenernya dikit sih. Tapi karena masalahnya nggak kunjung selese, jadi numpuk, jadi banyak :o.
I : Project?
G : Jalan, tapi ya gitu. stuck.
I : Apa yang kau butuhkan?
G : Jalanan. Aku memunguti kata dari mereka.
I : Datangi mereka.
G : Sendiri!!
I : Ya. Mengelilingi Surabaya menaiki bis, bemo, lamunan, kesendirian. Kesendirian, disitu kau akan menemukanku.
G : Kau benar. I love you.
I : -

Thursday, 17 March 2011

ma-bo

Whataya doing?
Blogwalking. kenapa, mas?
Just ask haha.
Eh, mas. Seru juga ya kalo blog ku pake bahasa Inggeris.
Bahasa Linggis?
Inggris mas. INGGRIS.
Iya, aku tahu, Nit. Jadi?
Jadi ya aku pengen pake bahasa inggeris gitu.
Boleh, asal jangan make bahasa itu agar terihat keren.
Dan bahasa inggrisku kan jelek.
Lho? Kenapa emang? Sekalian belajar, kan, kalo make bahasa inggeris?
Iya, tapi apa nggak keliatan payah gitu? Pletat pletot nggak jelas.
Semua terserah kamu sih, ndul. Asal kamu nyaman, dan bisa menjadi dirimu sendiri aja udah cukup. Jadi diri sendiri yang lebih baik.
Ih ini lucu deh blognya. Gambar2nya, foto2nya, haha semuanya. Pengeeen.
Mulai deh nih anak. Tuhan sudah ngasih kita kelebihan masing2. Kau dengan kelebihanmu mengolah bahasa. Bukan warna. Meskipun tidak sempurna, setidaknya, itulah dirimu. Bukan copas pengen jadi orang lain.
Mas, aku cuma bisa pengen gambar / foto kaya mereka. Mulai cerewete.
-noreply.

Thursday, 3 March 2011

dear S.

Memang dunia tidak pernah sempurna.
Tapi, cukup aku bisa melihat kau tertawa lepas, dunia menjadi indah sudah cukup bagiku.
Meskipun tawa itu kau peruntukkan untuk wanita lain.

Wednesday, 2 March 2011

Monday, 31 January 2011

The man behind this project

Seharusnya ngga sekarang gue ngebocorin rahasia ini. It’s not just a little secret. Tapi juga bukan big secret. Just special secret.

He’s not my boyfie. Just friend. Yeah, friend *sighing*. But I lo*e him. Not too much.
Intinya, dia sangat berpengaruh dalam project saya ini.
Dia tidak memberi aba-aba layaknya aku ini bawahannya.
Justru yang dia lakukan ketika memberikan idenya adalah dengan berkata-kata :
“gimana kalo blahh.. blahh.. blahh..”
Dia itu mengusulkan. Tidak bermaksud merusak chemistry di tulisan saya. Great.
Tidak berkata-kata “you can did it” ketika aku mulai malas menatap layar laptop.
Dia malah berkata “look at you clock. what time is it? It’s time to go to bed, hug your silly pillow, and smell it”. Haha
Dia tidak pernah sok tahu dengan karakter yang aku buat. Karena dia tahu aku harus berbuat apa.
Dia selalu bertanya apakah aku sudah melakukan “re-read?”. Bukan “print it, give it to me”.
Ketika di telepon, yang ia tanyakan bukan perkembangan project saya. Justru yang ia tanyakan adalah “how’s today? Are they give you an idea, or big idea?”
Dan lucunya, ketika aku mencerikatakan karakter dalam tokoh novelku adalah menjiplak dari sifat salah seorang temanku dan persis, dia malah tertawa. Dia setuju! Kalau saja dia disini, pasti jempolnya menutupi pandanganku.
Ketika saya jatuh dan benar-benar jatuh, tahukah kau apa yang dia bisikkan dalam telepon? “close your eyes, bayangkan jingga di senja yang mulai padam beralih menjadi pekat malam dengan gemintang nan anggun”. And I did it, and got it.
Atau terkadang, dia selalu mengingatkan saya menatap langit pada hari itu, agar saya tidak bisa membenci langit meskipun ia mendung, dan itulah yang membuat saya mendapatka ide!
Ah, aku juga ingat, dia merasa keren ketika berdehem.
Aku? Aku merasa keren ketika aku menyibakkan rambutku, dan menutup mulut.

Ah ya, once again, namanya aku cantumkan di salah satu tokoh di(calon)novelku. Sedikit aku hilangkan hurufnya. 2 huruf. Huruf yang sama.
Thanks, Go haha. (his name isn’t Go. Juga bukan Dul haha)

Ps : otp w/ him <3. Oh, he’s laughing when I read it.
30012011, 11:11 pm

Thursday, 18 November 2010

dear b,

Afra wanna be pek. Hadehhh -.-'. Tros aku Dissa-nya. Kamu mbuetik, bisa bikin aku ketawa. Aku suka nulis haha. COCOK!!
"Teh Dissa, sampai di Indonesia, kita nikah ya"


:p

Wednesday, 27 October 2010

So sweet or Gombal?

kamu itu cuma sebatang besi di dunia.
kecil, tapi kalo dipatahin manusia, nggak gampang patah.
kacuali ada limbad.
aku nggak mau jadi limbad yang kuat yang bisa matahin kamu.
aku nggak mau jadi air yang bisa bikin kamu karatan, dan bisa rapuh.
aku cuma pengen jadi magnet.
aku bisa mengajakmu jadi magnet, aku bisa menarikmu.
agar kita dekat

Friday, 1 October 2010

(?)

G : aku nggak pengen jadi mereka, jadi yang seperti di-film" itu. aku hanya menginginkanmu!
B : tapi bagaimana jika aku tdak bisa selalu bersamamu?
G : aku akan menunggu.
B : se simple itukah?
G : kau kira menunggu itu hal yang simple?
B : nah, kalau rumit, kenapa harus mau menunggu?
G : karena kau.
B : aku? aku kenapa?
G : kau! kau tahu, aku mencintaimu! dengan sejumlah oksigen yang aku hirup.
B : lalu?
G : kau diam. aku sadar kau hanya mimpi.
B : lalu untuk apa mencintai mimpi?
G : karena aku tak tau lelaki yang mana yang harus aku cintai. seakan meraka manelan semuanya. aku hanya menginginkanmu. walaupun kau hanya mimpi. tapi aku mencintaimu.
B : disana, masih banyak lelaki yang menunggu.
G : bagaimana kalau itu adalah 'hari nanti' dan sekarang, aku butuh yang sekarang. temani aku.
B : tapi aku tak cukup daya untuk jadi nyata.
G: aku mencintaimu. tetaplah disini.
B : aku mimpimu. aku hanya hayalanmu
G : -

Friday, 27 August 2010

saya tidak kecewa :)

awalnya gue jijik banget ngelihat cowok ngerokok.
tapi setelah melihat dia.. dia ngerokok. oke, sedikiit banget kecewa. tapi gue bener bener salut sama dia. pertama kali dia ngerokok didepan gue. dan termasuk kedua kalinya gue lihat dia ngerokok (yang pertama dia nggak ngerokok di depan gue. gue menemukan dia ditengah keramaian.), dan gue batuk-batuk. apa reaksinya?

dia menatapku dengan pandangan penuh kebencian dan amarah dan pertanyaan yang sangat besar di kepalanya yang sangat khas.
membuang napasnya. mencecap. batuk.
"maaf"
dia mematikan ujung rokoknya dengan kakinya. tapi cuma ujungnya. terus dipotong pake tangannya. er, gimana ya. ya begitulah.

pas gue tanya "kok dimatiin?"
"emang kenapa?"
"ya gakpapa. kasian paru-parumu"
"kenapa diputul?"
"eman rokoknya"--
terus dia pergi. kembali ke temannya, dan menyalakan rokoknya yang tadi. aneh.

oke, dia ngerokok. sedikit kekecewaan. tapi entah nggak tau, gue suka gaya ngerokoknya. 'waktu tertentu'.

tapi guer nggak kecewa sama sekali sama dia. ya soalnya hati gue bilang gakpapa :)

Sunday, 8 August 2010

RAN-dom (ran dan jarum)

*on the phone*
"halo, mas. dimana? aku wes nunggu lama iki di RSI"
"di kamar, tiduran. lapo?"
"lho. tadi kan aku bilang mau bareng pulangnyaa.."
"la-ma"
"yawes, mbaliko lagi"
"ma-les"
"ayolah maas.. kamu lak buaiiik se"
"o-gah"
"pelis"
"en-no"
"mas, kamu kan ganteng se."
"oke, tunggu bentar ya"
tetoot

***

"sudah besar kok sukanya tukaran sama adeknya."

***

*on the way - his motorcycle*
"heh!!" *mukul helemku*
"apa?"
"lagi mbaca ya?"
"iya"
"kalo motornya lagi jalan, jangan mbaca"
"lho opoo ancen?"
"kalo aku ngepot embuh ya. apalagi kalo ngak ada apa-apa"

***

perlakuannya dia ke gue di sepeda motornya
mengedikkan kepalanya sambil mukul-mukul calon helm yang mau gue pake, it means, "ayo naik" >> gue naik sambil megang pundaknya >> ngasiin helem yang tadi dipukul sama dia >> "ayo, udah" kalo udah siap, gue biasanya bilang ini.

kalo gue naiknya dia belum siap, mesti dia nguamuk e-r-g

pas nunggu gue turun, biasanya dia langsung ngambil hapenya. walau nggak ada sms. > gue turunnya selalu megang pundaknya (unyu~~). dan ngasih helemnya ke dia.

***

*8smp - pelajaran ekonomi*
"jadi, hukum permintaan adalah blahblahblah"
"iya, terus mas?"
"beda lho ya kalo hukum penawaran. kalo hukum penawaran itu blahblah"
"oh yaya. iya"
"mudeng?"
"ha? enggak"
dia cuma melengos getir. kecewa setengah mati.

***

Avatar. the Legend of Aang
nah, kalo ada kartun iki di global, posenya adalah : menyilangkan kaki didepan dan dipeluknya ambek ngowoh.

***

"wik wik wanginee" gue
"iya dong. udah ganteng, wangi pula ya kan?"
"wangi minyak nyong nyong ae bangga"
"kan mau kencan. daripada yang gak tau mandi. hiyek. nggilani kuadrat"

***

his message
maaf gabisa jemput. temenku sakit. dari mas yang paling ganteng
pelis deh -.-

***

kalo marah, nadanya ninggi, tapi eks presinya LUARBIASA biasa banget. datar. kayak nggak marah. tapi kata"nya agak medeni. apalagi kalo gue emang beneran salah. wuih.

***

pas di perempatan didepan balai pemuda, belok arah ke arah kotamadya, kan ada lampu kuning kelip" (artinya ati-ati)
"nit nit"
"apa?"
"lihaten ta lampunya"
"iya. kenapa mas?"
"mau mati iku. daritadi kedap kedip terus. baterenya habis. aku kegantengen."

***

malam sabtu, macet
"ini kenapa coba orang-orang ini nggak dirumah aja. adem ayem liat sinetron. cinta fitri lagi seru padahal"
capek deh

***

and he was gone :(

Monday, 19 July 2010

stupid conversation :)

situation : keduanya saling diam. satunya autis sama yang disukainya. satunya lagi autis ngeliatin yang autis sama yang disukainya.

"*batuk sambil mbenerin celana, trus rambut*"
"*heran*"
"*batuk lagi*"
"kamu batuk ta?"
"*mencecap* apa?"
"kamu lagi batuk ta?"
"enggak ih"
"lha trus batuk-batuk iku"
"biar keliatan keren *sambil njambak rambutnya (baca:jambulnya)*"

Sunday, 11 July 2010

aku jatuh cinta?

lelaki ini.
bahkan dia tak sempat memanggilku 'junita' atau 'yunita' seperti mantannya lagi.
aku merindukannya saat dia memanggilku itu, dan aku ngotot jangan dipanggil itu.
dan apa katanya?
"itu panggilan spesial dari aku"
haha.

aku suka gayanya ketika dia autis memainkan gitarnya.
dan penuh diam dia melangkah dengan gitarnya.
ya, dia a guitarist sebuah band kecil di surabaya.

aku tak berharap apa-apa darinya.
tapi, aku hanya bahagia dan senang sekali pernah bercanda dengannya.
dan,
aku suka tawanya.

ya Tuhan, apakah aku jatuh cinta lagi kepadanya?
aku ingin menyangkalnya.. tapi..

namanya sempat kubuat cerita :)
tapi, 1 hurufnya aku ganti.
aku nggak tau kalo aku lagi make namanya.
tapi setelah kupikir"..
haha :)

kenapa aku jatuh cinta lagi kepadanya?
karena mungkin aku tak pernah manyangkal sebuah rasa ini.

terima kasih Tuhan.

twitter (y)

nah, tau kan situs pertemanan twitter?
mini blog lah. gue nyoba" sih posting yang geje. nah, banyak yang RT (retweet)
here we go!!

ada sebuah cerita disana. tapi terlalu indah untuk kubuat cerita. that's you!

karna tawanya, aku hanya bisa mendengar suaranya. apakah lainnya ikut kagum?

aku taktau apa itu jatuh cinta. bahkan cinta! aku hanya mau memahami tawamu.

kau tau? aku seperti di taman ria melihatmu tertawa. ak kembali mjd ank kcil, yg hanya bs tertawa tanpa masalah

tidak. tidak. aku tidak jatuh cinta padamu. hanya tawamu

diamlah, berhentilah tertawa, aku tak akan ikut berhenti mengagumimu, aku hanya bosan dengan diamku

karna di setiap senyumnya, di setiap amarahnya, aku benar" merindukannya.

aku mencintaimu. sesaat itu pula aku tak bisa meredam rasa ini : merindukanmu.

aku merindukanmu lebih dari mencintaimu. lebih menyiksa.

pertama, aku membencimu. kedua, aku mencintaimu. ketiga, aku merindukanmu

apa hal pertama yang mengherankan? jatuh cinta padamu.

haha agak ngayal gitu ya?
gue sih gak lagi jatuh cintrong. tapi nggak tau kenapa jariku lagi nulis kayak begituan. maklumlaah, penulis haha :pp
and i like this :

aku gaktanya 'kenapa?' bukan opo opo. cuma gak pengen jadi org pengen tau masalah orang.

yess.
dan, satu lagi yang bikin gue sumringah gak ketolongan sama sekali, sekalipun aku ditolong sama siiii
tara..

Kabar baik....Buat temen2 yg belum punya album Spread the goodspell dari Barry Likumahuwa , album itu akan dirilis ulang plus bonus track :)

WAAA!! I WANT THIS!!
gue nggak punya album yang ini. yah sekalinya gue udah apal diluar kepala lagu" di albumnya, tapi itu cuma mp3 di hape gue.
tapi kan kalo nggak punya CD aselinya kan nggak apdol kalo gue adalah seorang "fans". yegak?
kayak RAN nih ya, gue nggak punya RFYL karena gue ngefans-nya itu pas CDnya uda officialy SOLD OUT dan nggak produksi lagi. dan ini BLP juga. GREAT!!
eh tapi, kalo ada ceritanya produksi lagi, gue bakalan beli! sekalipun gue udah apal 100 persen lagu"nya mereka.

yes, i want them!!
Spread The Goodspell, RFYL, Generasi Sinergy (coming soon) :)

Thursday, 17 June 2010

quotes by someone :)

"kalo nggak suka ndengerin orang, kamu harus siap-siap gak didengerin sama orang"

"aku suka ngambil yang kecil-kecil, trus ngambilnya banyak. kenapa? karena bumbunya lebih terasa. haha"

"pura-pura muntah aja lah. seakan-akan jijik sama yang dia katain."

"kamu nggak suka sama dia? jangan ditinggalin. bikin aja cerita. kasiin kedia, trus tulisin : 'Cermin' "

Monday, 3 May 2010

Rara - Reo

"aku bisa tertawa", ujar Rara.
"ohya?" Reo tak percaya.
"iya, Reoku", Reo kaget mendengar imbuhan kata 'ku' dalam namanya.
"hmm"
"kok cuma hmm? aku ingin yang lain!!"
"tersenyumlah, Raraku. tahukah kau siapa yang jatuh cinta akan bahagiamu?"
Rara terdiam. Melihat Reo lekat-lekat. "Siapa?" tanyanya.
"maukah kau kutunjukkan siapakah dia?"
Rara mengangguk.
lalu Reo menarik tangan Rara. mengajaknya ke suatu tempat.

Reo mengajak Rara ke suatu tempat. tepatnya suatu ruangan.
di depan Rara, terlihat sebuah cermin setinggi dirinya.

"coba, sunggingkan senyummu. ada yang rindu sekali" pinta Reo
Rara tersenyum, menuruti pinta Reo.
"kau tahu, ada 2 orang di jendela itu"
"jendela? mana?" tanya Rara heran.
"di depanmu"
Rara tahu maksud Reo. "lalu?" tanya Rara lagi.
"dua orang itu yang selalu rindu akan senyummu, yang selalu bahagia melihatmu tertawa. apakah kau tahu?"
Rara menggeleng.
"kau tahu lelaki yang di belakang wanita itu?"
Rara mengangguk.
"dia yang jatuh cinta akan senyummu. dia yang jatuh cinta akan bahagiamu. semuanya tentangmu. bukan jatuh cinta dengan ragamu. dia tak ingin memiliki ragamu. tahukah kau, Rara, apa yang dia inginkan darimu?"
"apa?" ujar Rara sambil menatap mata Reo lewat pantulan cermin itu.
"dia ingin, dia selalu menjadi seseorang yang selalu mebuat senyummu. mengajakmu bahagia." bisik Reo ke telinga Rara.
Rara terdiam. tiba-tiba dadanya berdegub kencang. "lalu?"
"bisikkan padaku, apakah kau mau selalu bersamanya?"
"iya", bisik Rara tanpa pikir panjang